
amazingjogja.com – Di tengah riuhnya geliat wisata dan kuliner di Yogyakarta, hadir satu nama yang kian melekat di hati para penikmat rasa: Ayom Jogja. Terletak di Kecamatan Gamping, resto ini bukan sekadar tempat makan biasa. Ia adalah ruang yang menyatu dengan alam, mengajak setiap pengunjungnya untuk menikmati sajian kuliner dengan perlahan, dalam suasana hijau yang menenangkan.
Memasuki area Ayom, mata langsung disambut dengan nuansa alami—pepohonan rindang, tata ruang yang estetis, dan atmosfer yang menyejukkan hati. Ayom seolah ingin menghadirkan kembali makna ‘makan’ sebagai aktivitas yang sarat akan rasa, baik secara harfiah maupun batiniah. Dan benar saja, sejak awal berdiri, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung.
Fusion Food yang Menyatukan Rasa
Yang membuat Ayom Jogja istimewa bukan hanya atmosfernya, tapi juga konsep fusion food yang mereka usung. Fusion food adalah pendekatan kuliner yang menggabungkan dua atau lebih tradisi masakan dari budaya yang berbeda, menciptakan harmoni rasa yang unik dan mengejutkan. Teknik ini sedang naik daun di dunia gastronomi, dan Ayom menerapkannya dengan penuh kreativitas.
Salah satu menu andalan mereka adalah Ayom Sambal Ijo Nasi Daun Jeruk. Hidangan ini merupakan paduan ayam berbumbu kemangi yang harum, disajikan bersama nasi basmati beraroma daun jeruk yang segar. Sambal ijo, tomat ceri, jeruk limau, serta garnish cabai merah-hijau mempercantik tampilan sekaligus memperkaya rasa. Hidangan ini menjadi favorit para pelanggan setia dan sering muncul di media sosial mereka.
Selain menu khas tersebut, Ayom juga menyajikan Iga Bakar Barbeque yang tak kalah menggoda. Daging iga yang empuk dihidangkan bersama jagung bakar, coleslaw, dan french fries. Perpaduan rasa manis, smoky, dan gurih menyatu dalam setiap gigitan—sebuah pengalaman rasa yang tak ingin cepat-cepat diselesaikan.
Panna Cotta ala Ayom: Penutup yang Manis
Tidak lengkap rasanya makan di Ayom Jogja tanpa mencicipi hidangan penutupnya. Salah satu favorit adalah Strawberry Panna Cotta, puding lembut ala Italia yang dibuat dari krim dan ditambah saus stroberi segar. Rasa manis dan asam menyatu dalam tekstur lembut yang memanjakan lidah. Tak heran jika banyak pelanggan yang terpikat dan menjadikan Ayom sebagai resto favorit mereka.
Seorang pengunjung bernama Zani bahkan menyebut pengalamannya di Ayom sebagai “sempurna”. “Saya baru pertama kali datang ke Ayom dan memesan iga bakar, kemudian memilih panna cotta untuk hidangan penutup—rasanya enak semua. Ditambah dengan suasana yang nyaman dan akan menjadi resto favorit,” ujarnya antusias.
Renjana: Perayaan Satu Tahun yang Penuh Makna
Pada ulang tahunnya yang pertama, Ayom menggelar perayaan bertajuk Renjana. Kata ini bermakna keinginan yang kuat, hasrat berlebih, atau kegembiraan yang tulus atas sesuatu yang dicintai. Renjana menjadi simbol perjalanan Ayom selama satu tahun terakhir—sebuah perjalanan penuh dedikasi, cinta, dan komitmen untuk terus hidup dan menghidupi, baik jiwa-jiwa di dalamnya maupun lingkungan di sekitarnya.
Didirikan oleh empat pemilik—Hariyanto, Ira Hariyanto, Regent, dan Tita—yang kemudian bergabung dengan Chef Joko Irenk di pertengahan perjalanan, Ayom bukan hanya bangunan fisik. Ia adalah perwujudan mimpi dan energi kolektif yang terus bertumbuh.
Ayom kini tak hanya memiliki bangunan utama, tapi juga area pergola dan ruang serbaguna di bagian belakang. Dalam perayaan ulang tahun tersebut, mereka menghadirkan tiga penampil musik: Bagas Asyrof, Latasya Band feat Maestro Violin Eko Balung, dan DJ Rere. Setiap penampil membawakan warna yang berbeda, menciptakan harmoni di ruang musik masing-masing.
Namun, yang paling utama dalam perayaan ini tentu adalah santap bersama—momen berbagi rasa dengan menu khas Ayom Jogja, dari hidangan pembuka, makanan utama bergaya western, hingga aneka dessert yang menggoda.
Lebih dari Sekadar Restoran
Ayom bukan hanya destinasi kuliner. Ia adalah ruang pertemuan antara rasa, alam, dan makna. Di tengah gempuran restoran instan yang hanya menjual visual tanpa rasa, Ayom berdiri sebagai oase yang mengembalikan makna makan sebagai pengalaman utuh—dari suasana, rasa, hingga hubungan antarmanusia.
Buka setiap hari, Senin hingga Jumat mulai pukul 10:00 WIB, dan Sabtu-Minggu lebih pagi mulai pukul 09:00 WIB, Ayom mengajak siapa pun untuk datang, duduk, dan menikmati momen. Di Ayom Jogja, makan bukan sekadar kenyang. Ia adalah bagian dari renjana.